msmbindonesia.com, Sukoharjo- Rabu (07 Juni 2023), Petani Sukoharjo yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kepodang Topo mengadakan panen Raya di Desa Majasto, Tawangsari, Sukoharjo. Panen raya ini diadakan untuk merayakan keberhasilan KUB Kepodang Topo sebagai percontohan penerapan smart farming di Sukoharjo.

Sebelumnya, petani KUB Kepodang Topo bekerja sama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (BI KPW) Solo dalam program Digital Farming. Mereka menggunakan smart farming Jinawi dalam setiap proses pemupukan.
Smart farming Jinawi merupakan sistem pintar rekomendasi pemupukan presisi berbasis IoT yang terdiri dari sensor tanah dan terintegrasi dengan aplikasi android RiTx Bertani.
Jinawi berfungsi untuk memberikan rekomendasi pemupukan berdasarkan kondisi N,P,K dan pH tanah secara real time, serta berdasarkan kebutuhan tanaman.
Petani yang semula melakukan pemupukan secara tradisional berdasarkan perkiraan, sekarang melakukan pemupukan secara presisi dengan rekomendasi Jinawi. Hasilnya, biaya produksi hemat hingga 10% dan produktivitas meningkat 12%.
Ketua KUB Kepodang Topo, Karjono, mengatakan bahwa penggunaan pupuk dengan rekomendasi Jinawi tidak sebanyak penggunaan pupuk biasanya. Sehingga petani bisa menghemat biaya produksi cukup banyak.
“Kenyataannya setelah memakai alat itu [Jinawi] sangat membantu dari sisi pengeluaran dana. Pupuk yang tadinya setiap satu patok ukuran 4000m2 paling tidak itu menggunakan pupuk hampir 4 kwintal, tetapi setelah memakai ini [Jinawi] bahkan 2 kwintal saja tidak. Sehingga penghematan dananya sudah cukup banyak,” Ucap Karjono.

Dengan keberhasilan tersebut, BI KPW Solo kembali memberikan Jinawi kepada KUB Kepodang Topo untuk digunakan para petani. Kepala BI KPW Solo, Nugroho Joko Prastowo juga berharap keberhasilan petani KUB Kepodang Topo ini dapat dicontoh oleh petani lainnya.



Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, juga mendukung penerapan smart farming di Sukoharjo. Dalam sambutannya, Etik Suryani menyampaikan dukungannya agar petani Sukoharjo lebih modern dan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dengan teknologi smart farming.
Ia juga menjanjikan smart farming Jinawi dapat digunakan oleh semua petani di Sukoharjo.
“Para petani jangan khawatir, karena Sukoharjo merupakan lumbung padi Jawa Tengah, saya ingin semua kecamatan ada [Jinawi],” ujarnya.



