Terapkan Smart Farming, Kelompok Tani di Bantul Panen Lebih Banyak

|
|
smart farming

msmbindonesia.com, Bantul- Selasa (11/10) Kelompok Tani Gunung Buthak panen padi setelah menerapkan smart farming menggunakan Jinawi. Tim Agronomi MSMB melakukan pendampingan pengecekan tanah dan pemupukan pada lahan petani yang berlokasi di Padukuhan Ngramen, Tamantirto, Kasihan, Bantul.  Pendampingan ini merupakan kerja sama antara MSMB dengan Lembaga Pendampingan Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Abdimas UMY bersama MSMB telah melakukan sosialisasi tentang smart farming dan pengenalan Jinawi sejak Juli 2022. Petani juga telah diberikan edukasi tentang pentingnya mengetahui pH tanah dan kondisi unsur hara serta bagaimana pengaruh keduanya bagi tanaman.

Dengan menggunakan Jinawi, petani dapat mengetahui bagaimana kondisi N, P, K pada tanah dan berapa pH tanah pada lahannya. Setelah mengetahui kondisi lahan dari data tersebut, petani memperoleh rekomendasi pemupukan yang tepat melalui aplikasi RiTx Bertani yang telah terkoneksi dengan Jinawi. Selama tiga bulan pendampingan, para petani dari Kelompok Tani Gunung Buthak melakukan pemupukan presisi berdasarkan rekomendasi Jinawi.

Pengecekan terakhir dilakukan ketika panen pada sembilan titik di lahan seluas 800m2 milik Pak Raji, Ketua Kelompok Tani Gunung Buthak. Pak Raji mengatakan bahwa setelah penggunaan Jinawi, ia dapat menghemat pupuk dan hasil panennya meningkat dari panen sebelumnya 480kg menjadi 616kg.

 

“Sangat membantu, dulu kebiasaannya mupuk yang banyak pengen padinya subur, ternyata gak baik begitu. Sekarang sudah tau kapan waktunya mupuk dan kadar pupuk itu seberapa,” ujar Pak Raji.

 

Tidak hanya Pak Raji, petani lain dari Kelompok Tani Gunung Buthak juga mengaku antusias mencoba Jinawi. Di tengah kesulitan petani untuk mengakses subsidi pupuk karena belum memiliki kartu tani, sedangkan harga pupuk non-subsidi masih melonjak, pengalaman menggunakan Jinawi sangat membantu bagi para petani. Sebab dengan Jinawi, para petani dapat menerapkan pemupukan presisi sehingga penggunaan pupuk bisa lebih hemat.

Selain itu, pemupukan yang presisi juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat lebih subur. Penggunaannya yang mudah karena terkoneksi dengan aplikasi RiTx Bertani juga menambah antusiasme para petani. Petani berharap penerapan smart farming dengan teknologi pertanian dapat terus dikembangkan dan pendampingan dapat terus diberikan pada petani.

Postingan Lainnya

smart farming - FEKDI 2023
Smart Farming Jinawi Ada di Pameran FEKDI 2023
smart farming
Petani Kupang Pakai Teknologi Smart Farming MSMB
cabai- smart farming
Jenis Perempelan yang Baik untuk Tanaman Cabaimu