Jakarta, MSMB – Kamis (26/7) – Jumat (27/7), MSMB berpartisipasi dalam acara SCIence-Hackfest yang diselenggarakan oleh PT Sucofindo. Acara ini diadakan untuk mendorong kreativitas dan ide-ide inovatif, baik yang berasal dari mahasiswa maupun komunitas teknologi, dalam mengembangkan solusi inovatif berbasis teknologi 4.0 untuk mengatasi masalah strategis.
Pada kesempatan tersebut, MSMB memamerkan teknologi pertanian modern, yakni Jinawi dan Bathara, dalam pameran 4.0 atau Science Experience, yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam acara ini.
Jinawi sendiri merupakan sistem pintar rekomendasi pemupukan berbasis IoT yang memiliki fungsi memberikan informasi unsur N,P,K dan pH tanah secara real time, serta rekomendasi pemupukan yang presisi. Sedangkan Bathara, sistem pintar pengendalian hama berbasis IoT yang dapat membantu melindungi tanaman dari hama dan penyakit melalui rekomendasi potensi serangan hama berdasarkan kondisi cuaca lahan secara real time. Kedua aplikasi ini sudah terintegrasi dengan aplikasi android RiTx Bertani.



Hadir sebagai mitra Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, MSMB juga menjadi salah satu narasumber dalam acara SCience Talk. Head of Marketing MSMB, Vitri Juniati berbagi mengenai bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) diimplementasikan dalam aplikasi RiTx Bertani.
RiTx Bertani merupakan aplikasi android berbasis IoT yang terintegrasi dengan berbagai teknologi smart farming 4.0. Aplikasi ini membantu pencatatan sistem bertani, memilih pedoman budidaya serta penanganan dan olah tani yang baik dan tepat sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan tanaman.
Berbagai fitur dimiliki oleh aplikasi RiTx Bertani, salah satunya fitur identifikasi hama yang menggunakan teknologi AI untuk membantu petani dalam mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman mereka.
“Hanya dengan memotret tanaman yang terserang hama atau penyakit, petani bisa langsung mendapatkan informasi serta cara pengendalian agar serangan hama dan penyakit tanaman tidak semakin parah, risiko gagal panen akibat serangan hama pun bisa dihindari”, ujar Vitri.
Kehadiran MSMB dalam Sucofindo SCIence-Hackfest tidak hanya bertujuan untuk berbagi pengetahuan, melainkan juga sebagai langkah untuk memperkenalkan teknologi smart farming kepada masyarakat luas.


