msmbindonesia.com, Kulon Progo- MSMB memperkenalkan smart farming Jinawi dan Bathara di pameran Gebyar Perbenihan Nasional ke-8. Pameran tersebut diadakan selama tiga hari mulai Senin-Rabu (29-31 Mei 2023) di Jogja Agro Park, Kulon Progo, DIY. Kedua smart farming MSMB tersebut tentunya memiliki fungsi yang berbeda.
Smart farming Jinawi merupakan sistem pintar rekomendasi pemupukan berbasis IoT dan terintegrasi dengan aplikasi RiTx Bertani. Jinawi berfungsi untuk memberikan rekomendasi pemupukan presisi sesuai dengan kondisi N,P,K dan pH tanah secara real time serta sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Adapun smart farming Bathara merupakan sistem pintar pengendalian hama terpadu berbasis IoT yang terdiri dari sensor cuaca dan terintegrasi dengan aplikasi RiTx Bertani. Bathara berfungsi untuk memitigasi potensi serangan hama berdasarkan kondisi cuaca di lahan secara realtime, serta memberikan rekomendasi pencegahan berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Antusias Pengunjung Mengenal Smart Farming MSMB
Berada di antara deretan stand teknologi pertanian, MSMB tetap mampu menarik perhatian pengunjung dengan Jinawi dan Bathara. Para pengunjung aktif menanyakan apa itu smart farming Jinawi dan Bathara, apa fungsinya dan bagaimana kegunaannya. Mereka kagum mengetahui ada teknologi yang bisa membantu memudahkan sektor pertanian seperti Bathara dan Jinawi.
Jika biasanya petani harus ke laboratorium untuk mengecek kondisi N,P,K dan pH tanah, dengan Jinawi petani tidak perlu lagi melakukannya. Jinawi bisa memberikan informasi N,P,K dan pH tanah dengan mudah. Petani hanya perlu menancapkan sensor tanah Jinawi ke 9 titik di lahan, maka tingkat N,P,K dan pH tanah akan langsung muncul di aplikasi RiTx Bertani.
Tidak berhenti di situ, Jinawi juga akan memberikan rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman. Dengan begitu, pemupukan yang dilakukan petani bisa lebih presisi.
Berbeda fungsi tetapi tetap punya tujuan yang sama. Bathara memberikan solusi untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dengan sensor cuaca yang dimilikinya, Bathara bisa mendeteksi potensi serangan hama dan penyakit tanaman. Deteksi dini ini bisa membantu petani untuk melakukan pencegahan dengan cepat sehingga tingkat serangan hama atau penyakit tanaman bisa diminimalisir.
Banyak pengunjung yang tertarik menggunakan Jinawi dan Bathara untuk usaha pertanian mereka. Selain itu, ada juga mahasiswa-mahasiswa yang belajar banyak seputar smart farming khususnya Jinawi dan Bathara di stand MSMB.








Serunya Gebyar Perbenihan Nasional ke-8
Selain keseruan di stand pameran, MSMB juga turut menikmati keseruan dari beragam rangkaian acara yang dilaksanakan di Gebyar Perbenihan Nasional ke-8.
Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini mengusung tema “Memasyarakatkan Kemandirian Benih Tanaman Pangan untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan yang Maju, Mandiri, dan Modern”.
Gebyar Perbenihan Nasional kali ini terdiri dari beragam rangkaian acara mulai dari pameran, klinik konsultasi perbenihan, job fair di industri perbenihan, hingga lomba fashion show bertema pertanian.




Acara tersebut dihadiri oleh beragam kalangan dari seluruh Indonesia. Gebyar perbenihan ke-8 juga dihadiri oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo. Sambutan dan himbauan dari Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan tersebut.


Foto : M. Fauzi Haidar Hilmy
Artikel : Halimatus Sakdiyah EM



