Smart Farming 4.0 untuk Ketahanan Pangan Indonesia


PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) meluncurkan Smart Farming 4.0 di Desa Battal, Kecamatan Panji, Situbondo tepat pada Hari Tani Nasional (24/9) kemarin. Kerjasama antara PT MSMB dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)  melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah (Ditjen PDT) serta Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo ini diharapkan bisa membuat tercapainya ketahanan pangan.

Smart Farming 4.0 merupakan metode pertanian cerdas berbasis teknologi Agri Drone Sprayer, Drone Surveillance dan Soil and Weather Sensor. Situbondo dipilih menjadi lokasi percontohan penerapan metode pertanian modern ini.

“Ini kita memang baru memulai, tapi kenapa kita tidak yakin dalam satu tahun lagi, akan ada perkembangan luar biasa di Situbondo dalam bidang pertaniannya” ujar Dadang Wigiarto, Bupati Situbondo.

Metode Smart Farming 4.0 akan memudahkan kerja petani dengan penerapan teknologi yang akan bekerja lebih efisien. Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT), Samsul Widodo mengungkapkan bahwa konsep Smart Farming secara sederhana bisa diartikan sebagai precision agriculture atau bertani yang lebih tepat.

“Jadi satu lahan tidak harus dipupuk semua, satu lahan tidak harus dikasih pestisida semua, atau bahkan satu lahan tidak harus dialiri air semuanya. Melalui sensor yang diciptakan oleh PT MSMB informasi terkait kebutuhan lahan pertanian bisa diketahui oleh petani,” ujar Samsul.

Penerapan Smart Farming 4.0 diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan pertanian. Dimulai dari Situbondo, penerapan metode pertanian yang cerdas ini bisa jadi kunci bagi pertanian Indonesia di masa depan.(VJ)