Smart Farming 4.0 Hadir di Filantropi Indonesia Festival (FIFEST) 2018


Yogyakarta – PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) hadir di Filantropi Indonesia Festival (FIFEST) yang berlangsung pada 15-17 November 2018. Berlokasi di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center, PT MSMB menghadirkan inovasi teknologi pertanian untuk pembangunan berkelanjutan.

Bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), PT MSMB menghadirkan Drone Sprayer (Drone Penyemprot air, pestisida dan pupuk), Drone Surveillance (Drone Pemetaan Lahan), Soil and Weather Sensor (Sensor Tanah dan Cuaca) serta Debit Sensor. Teknologi karya anak bangsa ini digunakan dalam metode pertanian cerdas, Smart Farming 4.0.

Inovasi Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan  Inovasi dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Pada sektor pertanian, penggunaan pestisida berlebihan hingga rendahnya angka regenerasi petani jadi persoalan. Smart Farming 4.0 merupakan metode pertanian cerdas yang mengintegrasikan teknologi pertanian dengan aplikasi berbasis Android bernama RiTx.

Drone Surveillance digunakan untuk memetakan kondisi lahan pertanian. Sementara data mengenai kondisi kelembaban udara dan tanah, suhu, pH tanah serta kadar air dapat diperoleh dari Soil and Weather Sensor yang dipasang di lahan. Debit air irigasi pun dapat terpantau dengan Debit Sensor.

Data dari teknologi-teknologi ini dapat langsung dipantau melalui fitur sistem monitor yang terdapat pada aplikasi RiTx.  Berbasis data yang diperoleh, kebutuhan lahan akan air, pestisida maupun pupuk dapat terukur. Menggunakan Drone Sprayer, pemberian pupuk dan pestisida berlebih yang berakibat pada kerusakan lingkungan dapat dihindari.

Pertanian yang lebih presisi dan terukur dapat tercapai dengan penerapan metode pertanian cerdas Smart Farming 4.0. Saat ini, proyek rintisan penerapan Smart Farming 4.0 sudah dilakukan di beberapa daerah, antara lain Situbondo, Malang, Bali, Yogyakarta dan Wonogiri.

Penerapan Smart Farming 4.0  mampu mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs). Penerapan teknologi, partisipasi dari generasi muda, dan keterlibatan semua pihak-lah yang jadi kunci utama tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan.