Sistem Bag Culture, Inovasi Budidaya Jahe di lahan Terbatas


Siapa yang tak kenal dengan jahe? Jahe merupakan salah satu jenis tanaman rimpang yang banyak digunakan sebagai bahan obat dan rempah-rempahan. Manfaat jahe yang sangat besar untuk kesehatan ini pasti tak lepas dari kandungan minyak atsiri dan senyawa zingeron. Kedua senyawa itulah yang menyebabkan adanya rasa pedas dan sensasi hangat saat dikonsumsi.

 

Coba dengan Sistem Bag Culture, Tak Khawatir Lahan Sempit Lagi

Kepopuleran jahe semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan ekspor di berbagai negara. Walaupun demikian, sebagian petani jahe justru mengganti tanamannya dengan tanaman lain karena keterbatasan lahan.

 

Sudah saatnya Anda tak perlu khawatir. Budidaya jahe di lahan dapat digantikan dengan sistem Bag Culture. Apa itu bag culture? Bag Culture adalah salah satu metode tanam dengan menggunakan karung, sehingga tidak memerlukan lahan yang luas. Bahkan, penanaman juga dapat dilakukan di lahan pekarangan.

 

Sistem bag culture tidak hanya memberi solusi atas masalah keterbatasan lahan, tetapi juga bisa mengatasi kendala jenis tanah. Pada daerah-daerah tertentu yang memiliki jenis tanah liat, tetap dapat menanam jahe dengan sistem bag culture.

 

Bagaimana Cara Menanam dengan Sistem Bag Culture?

Sistem bag culture sangat mudah dilakukan. Pertama, siapkan karung berukuran 40 x 100 cm dan media tanam. Media tanam dapat menggunakan pasir ladu atau limbah serbuk kayu yang ditambah dengan pupuk kompos. Campuran media tanam kemudian dimasukkan ke dalam karung sebanyak 0,2 dari volume karung.

 

Sebelum di tanam, benih disemai terlebih dahulu. Benih ditanam masing-masing 250 g/karung.  Setiap 15 hari sekali, media tanam harus ditambahkan kembali agar rimpang yang terlihat dapat tertutupi.

 

Uniknya, pada sistem Bag Culture tidak memerlukan pupuk anorganik tambahan. Namun, petani perlu melakukan pemangkasan tanaman pada saat umur tanaman mencapai 2 bulan dengan ketinggian 5-10 cm. Pemangkasan dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru pada rimpang.

 

Petani Jahe Brebes Dapat Untung Berkali-Kali Lipat

Sistem budidaya bag culture sudah diterapkan di berbagai daerah, seperti di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Dengan  bag culture biaya yang dikeluarkan petani sebagai modal sekitar Rp 30.000,- hingga Rp 40.000,-/ karung, biaya yang terbilang relatif tinggi. Namun, prediksi hasil panen yang fantastis, 20 kg/karung,  ditambah harga jahe yang relatif tinggi dibanding komoditas hortikulkura lainnya membuat petani dapat memperoleh keuntungan yang berlipat-lipat.

 

Jika teknik budidaya ini berhasil, petani dapat mendapatkan efisiensi penggunaan lahan sebesar 90% dari budidaya jahe secara konvensional.  Itu artinya dengan menggunakan 1000 karung (1000 m2) setara dengan 1 hektar budidaya jahe konvensional.

 

Sumber :

balittro.litbang.pertanian.go.id

bulelengkab.go.id

perkebunan.litbang.pertanian.go.id