Cara Praktis Semai Cabai Bebas Penyakit Tular Benih


msmbindonesia.com Kegiatan penyemaian dilakukan untuk budidaya tanaman berbenih kecil. Begitu juga pada budidaya cabai. Semai benih merupakan kunci keberhasilan budidaya cabai.

Pilih Varietas Benih Cabai Terbaik

Langkah pertama dalam kegiatan semai adalah pemilihan benih unggul. Pemilihan varietas disesuaikan dengan lingkungan tanam dan permintaan pasar dari segi rasa, warna dan ukuran. Pilih benih yang tahan penyakit dengan daya berkecambah minimal 85%.

Pastikan benih yang digunakan adalah benih yang bersertifikat. Sertifikasi benih dapat membantu petani mendapatkan jaminan kualitas dan kesehatan benih yang baik.

Terdapat beberapa varietas unggul yang direkomendasikan oleh pemerintah. Cabai merah keriting dapat menggunakan varietas Lembang 1 dan Kencana. Sementara varietas cabai merah besar antara lain Tanjung-1, Tanjung-2, Lingga, dan Ciko.

Tambahkan Media Pembibitan dengan Pupuk Kompos dan Biopestisida

Campurkan pupuk kompos, arang sekam, dan tanah bagian atas. Perbandingan ketiganya yaitu 1:1:1, kemudian diaduk rata. Tanah yang sudah dicampur kemudian disemprot dengan fungisida dan bakterisida.

Fungisida dan bakterisida yang digunakan dapat berupa bahan kimia atau alami. Fungisida dan bakterisida nabati diperoleh dari ekstrak tanaman seperti daun tembakau dan daun mimba. Fungisida hayati berasal dari senyawa yang dikeluarkan oleh jamur seperti Trichoderma sp. Sementara fungisida kimia yang dapat digunakan adalah fungisida berbahan aktif benomil.

Aplikasikan pula PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai zat pemacu pertumbuhan tanaman. PGPR berupa bakteri yang hidup di sekitar akar dan mampu menyediakan hara bagi tanaman. Sejumlah bakteri ini juga mampu mengurangi serangan penyakit dan hama sedari benih hingga tanaman dewasa.

Lakukan Sortasi Benih Sebelum Menyemai

Benih terpilih direndam di air hangat selama minimal 3 jam. Jika ada benih yang terapung, lebih baik dibuang dan tidak digunakan. Buat lubang pembibitan sedalam 0,5 cm. Tanam benih cabai dengan jumlah satu benih per lubang. Tutup lubang dengan tanah halus atau abu sekam.

Semai Benih di Sore Hari

Tutup tanah yang sudah disiapkan dengan plastik bening di pagi hari. Penutupan tanah dilakukan supaya kelembaban dan suhu tanah dapat terjaga dengan baik. Pada siang hari penutup tanah dibuka kembali untuk mendapatkan penyinaran matahari secara optimal. Penyemaian dapat dilakukan pada sore harinya.

Siram benih sebanyak 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari. Setelah 20 hari, bibit tanaman cabai yang memiliki tingi  15-21 cm siap untuk dipindah tanam ke lahan.