Pertanian Indonesia Harus Siap Menghadapi New Normal


msmbindonesia.com Pandemi Covid-19 telah merapuhkan segala sektor, termasuk sektor pertanian. Perkembangan pertanian sempat terhenti lantaran kebijakan pembatasan sosial yang berdampak pada menurunnya penjualan hasil panen. Oleh karena itu, pelaku bisnis pertanian harus melakukan adaptasi terhadap keadaan yang baru atau kebijakan new normal.

Adaptasi dengan Cara Belanja Masyarakat, Jual Hasil Panen Online

Pembatasan sosial telah mengubah perilaku masyarakat. Sebelumnya, banyak orang yang lebih memilih berbelanja kebutuhan sayur dan buah di pasar karena harganya yang lebih murah. Sementara itu, pembatasan sosial memaksa masyarakat untuk berbelanja melalui platform daring. Akibatnya, pasar semakin sepi pembeli.

Perubahan inilah yang harus disesuaikan. Penjualan hasil panen bukan lagi ke pasar, melainkan melalui platform daring atau melakukan kerjasama dengan perusahaan pertanian penyedia sayur dan buah daring. Dengan demikian, roda perdagangan akan terus berputar.

[Baca juga: Praktis, Penuhi Kebutuhan Sayur dan Buah Segar dengan RiTxMarket]

Penuhi Kebutuhan Pangan Negara, Produksi dari Desa

Pandemi Covid-19 memaksa suatu negara untuk berusaha memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Hal ini tentu peluang yang besar bagi perkembangan sektor pertanian Indonesia. Langkah yang harus dilakukan adalah optimalisasi produksi dari hulu hingga hilir. Langkah ini dapat berfokus pada penyediaan sarana/prasarana, tenaga kerja dan penanganan pascapanen.

Selain mampu memenuhi kebutuhan pangan, optimalisasi produksi hasil pertanian, perkebunan dan perikanan juga akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Khususnya, bagi masyarakat pedesaan sebagai produsen.

[Baca juga: RiTx Market, Cara Mudah Belanja Kebutuhan Pangan dari Rumah]

Terapkan Protokol Kesehatan, Tingkatkan Keselamatan Kerja Petani

Sebagian besar tenaga kerja petani di Indonesia relatif lebih tua daripada pekerja umum di sektor lainnya. Rata-rata pekerja pertanian berumur lebih dari 58 tahun. Data dari beberapa negara menunjukkan bahwa tingkat keparahan infeksi Covid-19 jauh lebih tinggi bagi warga yang berusia 60-an. Artinya, pekerja pertanian sangat berisiko jika terinfeksi virus ini.

Upaya pencegahan dan perlindungan perlu dilakukan bagi pekerja pertanian. Keselamatan kerja bagi petani tak kalah pentingnya dengan pekerja di sektor lain. Meskipun bekerja dengan jarak yang tidak berdekatan, namun petani juga membutuhkan alat perlindungan seperti masker yang memadai. Tentu hal ini juga harus didukung dengan kesadaran petani akan pentingnya sanitasi diri selama bertani.

 

Catat Kegiatan Bertani dan Gunakan Berbagai Fitur untuk Membantu Kegiatan Bertani Anda

Catat Kegiatan Bertani dan Gunakan Berbagai Fitur untuk Membantu Kegiatan Bertani Anda Catat Kegiatan Bertani dan Gunakan Berbagai Fitur untuk Membantu Kegiatan Bertani Anda

Get it on Google Play