Musim Hujan, Waspada Keong Mas Merajalela!


 

Keong mas hidup di daerah perairan seperti rawa, sungai, dan sawah. Apabila habitatnya mengering maka keong mas akan membenamkan diri di dalam lumpur. Pada kondisi tersebut keong mas dapat bertahan selama 6 bulan di dalam tanah. Bila air sudah mulai banyak, maka keong mas akan muncul kembali. Maka tak heran bila musim hujan datang, populasi keong mas akan meningkat.

 

Bagaimana Keong Mas Menyerang?

Keong mas merupakan hewan yang sangat rakus. Keong mas dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman hingga 10-40%. Hewan ini memakan tanaman yang masih muda dan lunak seperti bibit padi, tanaman sayuran dan enceng gondok.

 

Serangan keong mas pada tanaman padi terjadi pada padi yang baru ditanam sampai 15 hari setelah tanam. Pada umur ini tanaman mudah dirusak oleh keong mas. Pada padi tanam benih langsung (tabela), keong mas menyerang pangkal bibit padi ketika berumur 4 sampai 30 hari setelah tebar.

 

Jebak Keong Mas Agar Tak Masuk Sawah

Ada beberapa cara untuk mencegah serangan keong mas. Pada sekeliling lahan bisa dibuat parit-parit. Siapkan umpan dan perangkap pada parit. Ketika lahan tergenang, secara otomatis keong mas akan masuk ke dalam perangkap yang sudah dipasang.

 

Pada lahan persemaian, bisa dipasang penghalang plastik. Plastik tersebut dapat mencegah masuknya keong mas ke dalam area persemaian.

 

Kurangi Jumlah Serangan Keong Mas

Apabila keong mas sudah menyerang lahan, petani dapat mengumpulkan dan memusnahkan telur maupun keong mas dewasa. Ini adalah cara yang paling sederhana dan aman untuk dilakukan ketika jumlah serangan keong mas masih tergolong sedikit.

 

Cara praktisnya, petani juga dapat melepaskan bebek atau itik ke dalam lahan. Bebek yang dimasukkan ke lahan akan memakan keong mas. Selain dapat membersihkan lahan, petani juga bisa memanfaatkan hal ini sebagai peluang bisnis budidaya bebek. Petani dapat menghemat biaya untuk pakan bebek.

 

Gunakan Racun Keong dengan Bijaksana

Pengendalian keong juga dapat dilakukan dengan menggunakan racun. Racun untuk keong mas disebut sebagai moluskisida. Moluskisida dapat berasal dari bahan alami maupun kimia. Moluskisida alami dapat berupa ekstrak daun tanaman dari daun sembung, daun akar tuba, daun patah tulang, daun tembakau, dan daun jeruk.

 

Sementara untuk moluskisida kimia, penggunaannya harus memperhatikan dosis yang dianjurkan. Pemerintah merekomendasikan untuk menggunakan moluskisida yang berbahan aktif dimehipo, metaldehida, niklosamida, dan fentin asetat untuk membasmi keong mas.

 

Sumber :

http://distan.jogjaprov.go.id/teknik-mengendalikan-keong-mas-pada-tanaman-padi/