Yogyakarta , MSMB – Selasa (10/10), MSMB hadir menjadi narasumber di webinar yang diselenggarakan oleh Sinar Tani, sebuah pelopor dan media dengan segmen khusus pertanian. Acara ini mengangkat diskusi terkait penghematan air di saat situasi El Nino menghadang yang diikuti hingga 900 peserta dari berbagai latar belakang dan instansi.
Isu El Nino sendiri merupakan sebuah fenomena alam yang bisa memiliki dampak signifikan pada berbagai sektor, terutama pertanian. El Nino biasanya terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik Tengah meningkat secara signifikan, menyebabkan perubahan dalam pola cuaca global. Fenomena ini dapat menyebabkan kemarau yang panjang dan ekstrem, serta kekeringan di beberapa wilayah.
Khususnya di sektor pertanian, El Nino bisa menjadi ancaman serius. Musim kemarau yang berkepanjangan dapat mengurangi ketersediaan air untuk irigasi dan pertumbuhan tanaman, mengganggu siklus pertanian dan berpotensi mengurangi hasil panen. Oleh sebab itu, Webinar yang diadakan oleh Sinar Tani ini menjadi wadah untuk membahas isu El Nino secara mendalam dan mencari solusi yang sesuai untuk menghadapinya dengan melibatkan narasumber dari berbagai latar belakang.
Webinar ini dimulai dengan sambutan dari Dr. Ir. Memed Gunawan, selaku pimpinan umum Sinar Tani dan keynote speech oleh Ir. Ali Jamil, M.P. PhD, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian yang diwakilkan Ir. Rahmanto, M.Sc., Direktur Irigasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana. Kemudian webinar dilanjutkan paparan materi yang oleh para narasumber.
Pada kesempatan ini, Didi Widjanarko selaku Chief Technology Officer MSMB mengenalkan berbagai teknologi smart farming yang dikembangkan untuk memecahkan berbagai permasalahan di dunia pertanian, salah satunya Amerta. Amerta sebagai sistem pintar irigasi dan fertigasi presisi berbasis IoT yang terdiri dari sensor kelembaban dan suhu, serta terintegrasi dengan aplikasi android ritx bertani dapat membantu petani menjadwalkan proses irigasi dan fertigasi secara presisi dan lebih efisien. Sehingga dapat membantu penghematan air dalam pertanian, terkhusus di situasi saat ini dengan adanya El Nino yang mempengaruhi musim kemarau berkepanjangan.
“Karena ini terdampak El Nino dan ketersediaan air terbatas, dengan keterbatasan air ini kita mencoba membantu dalam pengairan atau irigasi di pertanian lebih presisi. Jadi kita mengalirkan sesuai dengan kebutuhan tanaman,” tutur Didi.
Kehadiran MSMB sebagai narasumber ini menjadi sarana untuk mengenalkan teknologi smart farming yang diharapkan dapat membantu masyarakat luas terkhusus para petani untuk memecahkan masalah dalam pertanian dan bertani dengan berdasarkan data dan informasi supaya bertani lebih optimal dan efisien, serta presisi.


