Aplikasi FisTx Menawarkan Solusi Teknologi ke Petambak Ikan


Telset.id, Jakarta – MSMB, salah satu startup asal Indonesia meluncurkan sebuah aplikasi yang dinamai FisTx. Aplikasi FisTx menawarkan inovasi teknologi bagi para pelaku yang berkeceimpung di sektor perikanan.

Aplikasi ini diluncurkan di Balai Srigading Pantai Samas Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dalam acara bertajuk Demokratisasi Perikanan di Era Industri 4.0.

Aplikasi FisTx disebut memiliki keunggulan dalam melakukan pencatatan dan efisiensi budidaya, serta akses bagi mitra dan target end user. Melalui platform ini petambak dapat mengetahui kondisi tambak mereka dan mendapatkan rekomendasi perlakuan yang tepat dalam budidaya ikan dan udang.

Beberapa keunggulan yang ditawarkan FisTx adalah FisTx Oasse Pond (kolam portable) Baracuda, FisTx Aquagram (alat ukur kualitas air autonom) yang dilengkapi dengan 5 sensor, serta probiotic dan multivitamin untuk menunjang kualitas budidaya yang mencakup FisTx Rhodoplus, FisTx Bactoplus, FisTx Super Aqua, dan FisTx Chemo Attraktant.

Startup yang mendapat pendanaan dari UMG Idealab tersebut melihat, produktivitas petambak di Indonesia terus menurun tiap tahunnya. Menurutnya, beberapa penyebab menurunnya produktivitas antara lain adanya penyebaran penyakit dan penanganan yang buruk terhadap limbah pada tambak.

“FisTx hadir untuk memberikan solusi akan permasalahan ini. Kami bermisi untuk menjadi oase serta solusi yang holistik di perikanan. Dengan sebuah aplikasi yang multifungsi, FisTx hadir untuk dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petambak ikan dan udang melalui inovasi teknologi,” ujar CEO MSMB, Bayu Dwi Apri Nugroho.

Perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia dan Pemerintah Kabupaten, Coco Kokarkin Soetrisno turut menyambut baik kehadiran FisTx di tengah masyarakat.

“Diharapkan dengan adanya FisTx, jumlah tambak dapat meningkat hingga empat kali lipat. Selain itu, teknologi FisTx juga diharapkan mampu menjadi solusi harga pasar ketika hasil panen melimpah dan harga jual anjlok, sehingga petani ataupun nelayan tidak mengalami kerugian,” ujar Coco. (HR/HBS)