Kemendesa Mengajak 8 Daerah Tertinggal Mengunjungi Lahan Pertanian Cerdas Terpadu MSMB

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendesa mengajak 8 kabupaten tertinggal berkunjung ke lahan pertanian cerdas terpadu MSMB.

msmbindonesia.com-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal mengajak 8 kabupaten mengunjungi lahan pertanian cerdas terpadu MSMB, Jumat (29/3) lalu.

Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam Rapat Penyusunan Lintas K/L dan Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Pendayagunaan Lahan Berbasis Agroteknologi. 

Peserta merupakan perwakilan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dari  8 kabupaten tertinggal. Daerah tersebut, diantaranya Kabupaten Alor, Pasaman Barat, Sumbawa Barat, Sumbawa Tengah, Bima, Buol, Gorontalo Utara dan Nias Barat. 

Berlokasi di Dusun Kiyaran, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta, lahan pertanian cerdas terpadu ini berada di lokasi seluas hampir setengah hektare. 

Di lahan ini terdapat teknologi sensor tanah dan cuaca serta drip irrigation pada lahan tanaman hortikultura, teknologi hidroponik di green house, hingga budidaya ikan dengan mina padi dan penggunaan teknologi nanno bubble.

Para peserta melihat bagaiamana  teknologi diterapkan di sektor pertanian dan berdialog dengan para ahli kami. Tak hanya itu, di akhir acara, peserta juga bisa melihat bagaimana Drone Sprayer dan Drone Surveillance RiTx diterbangkan.  

Yosua Hia, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Barat menyebutkan  penerapan teknologi di sektor pertanian ini merupakan inovasi yang bisa diterapkan di daerahnya. 

“Masyarakat kita di Nias Barat pasti senang dengan hal-hal yang baru seperti ini. Apalagi, selama ini pertanian disana masih tradisional, misalnya ada bantuan ya paling pupuk dan hanya begitu-begitu saja”, ujarnya. 

Sementara itu, Oktovianus Sremere, Kasubid Sosial Bappeda Sorong Selatan berharap lahan pertanian cerdas terpadu MSMB ini juga bisa diadaptasi di daerahnya. 

“Saat ini kami akan mengembangkan agrowisata, semoga di Sorong Selatan bisa seperti daerah-daerah lain. Penerapan teknologi disini luar biasa, semoga bisa juga diterapkan di sana”, ujarnya. 

Bekerja sama dengan MSMB, tahun ini Kemendes PDTT akan memfasilitasi implementasi pertanian cerdas di 8 daerah ini.