Kembangkan Agrowisata di Masa Pandemi Covid-19, Mungkinkah?

agrowisata

msmbindonesia.com Salah satu sumber penghasil devisa non-migas Indonesia berasal dari objek wisata. Meski sempat terhambat perkembangannya akibat pandemi Covid-19, namun objek wisata tetap menjadi potensi yang menjanjikan.

Berbagai konsep wisata sudah banyak dikembangkan. Mulai dari wisata edukasi, wisata sejarah, wisata bahari, dan wisata budaya. Inovasi terbaru untuk mengembangkan objek wisata saat ini adalah dalam bentuk agrowisata atau wisata pertanian.

[Baca juga: Kemendesa Mengajak 8 Daerah Tertinggal Mengunjungi Lahan Pertanian Cerdas Terpadu MSMB

Mengemas Keindahan Alam Indonesia dengan Kegiatan Pertanian

Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat mulai tertarik dengan wisata alam sebagai alternatif tempat liburan. Rangkaian keindahan alam yang dipadukan dengan kegiatan pertanian ini menjadi daya tarik tersendiri dalam dunia pariwisata. Selain disuguhkan dengan keindahan alam, masyarakat juga bisa menambah wawasan tentang proses bertani dan berternak.

Serap Tenaga Kerja dari Lingkungan Sekitar

Pengembangan agrowisata dapat menyerap banyak tenaga kerja. Pada umumnya agrowisata dikembangkan di daerah pedesaan. Artinya, tenaga kerja dapat diserap dari warga sekitar yang sedang membutuhkan pekerjaan.

Mendatangkan Keuntungan Ganda

Bagi daerah yang memiliki tanah subur, pengembangan agrowisata dapat mendatangkan manfaat ganda. Selain pendapatan dari objek wisata itu sendiri, petani atau peternak juga dapat menjual hasil tani dan ternak kepada pengunjung dalam bentuk segar ataupun produk olahan.

Di samping itu, agrowisata juga bisa dikemas untuk memperluas pengetahuan. Kegiatan pertanian yang disuguhkan pada wisatawan dapat dibuat permainan edukasi anak-anak maupun dewasa. Contohnya, permainan labirin, pemerahan sapi perah, menanam padi di sawah, memetik buah sendiri, dan lain sebagainya.

[Baca juga: Smart Farming 4.0 RiTx Jadi Kunci Pembangunan Daerah Tertinggal]

Ikuti Aturan dan Tetap Menjaga Lingkungan

Pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang harus dihadapi bagi sektor wisata. Larangan adanya kerumunan massa menjadi penghambat perkembangan objek wisata. Namun, hal ini bukan lah mustahil apabila tetap menjalankan protokol kesehatan dan aturan pemerintah untuk tetap menerapkan jaga jarak aman antar pengunjung.

Selain itu, pengembangan agrowisata juga harus memperhatikan lingkungan. Segala kegiatan yang dilakukan dalam agrowisata harus bersifat tidak merusak atau mencemari alam. Usahakan untuk menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Dengan demikian Anda dapat ikut serta dalam melestarikan sumber daya alam.