MSMB Perkenalkan Digital Farming untuk Petani Sumatera Utara

|
|

Medan, MSMB – MSMB terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan sektor pertanian di Indonesia melalui inovasi teknologi. Dalam kolaborasi terbaru dengan Bank Indonesia, MSMB menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Pencatatan Keuangan Melalui Aplikasi SI APIK dan Digital Farming yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani terkait pemanfaatan teknologi guna mendukung peningkatan produksi pertanian di Sumatera Utara.

Pelatihan ini menghadirkan berbagai materi, termasuk digital farming, yang diinisiasi oleh Bank Indonesia sebagai upaya untuk membantu petani mengoptimalkan hasil pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern. Digital farming memungkinkan petani untuk beradaptasi dengan tantangan baru di sektor pertanian, seperti perubahan iklim dan persaingan pasar yang semakin dinamis.

Dalam kesempatan ini, Didi Widjanarko, Chief Technology Officer MSMB, memperkenalkan Jinawi, sebuah sistem pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk merekomendasikan pemupukan lebih efisien. Teknologi ini mampu memantau unsur hara penting dalam tanah seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta pH tanah secara real-time. Berdasarkan data tersebut dengan integrasi ke aplikasi RiTx Bertani , Jinawi memberikan rekomendasi pemupukan yang presisi, memastikan petani dapat mengaplikasikan pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Hasilnya adalah penggunaan pupuk yang lebih efisien dan penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Didi menjelaskan lebih lanjut, “Dengan Jinawi, petani tidak perlu lagi menebak-nebak kapan dan seberapa banyak pupuk yang harus diaplikasikan. Teknologi ini bekerja secara otomatis untuk memantau kondisi tanah dan memberikan rekomendasi presisi. Berdasarkan riset yang telah kami lakukan, Jinawi dapat meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk hingga 40% dibandingkan dengan kebiasaan pemupukan petani sebelumnya. Ini memungkinkan petani untuk mengambil keputusan berdasarkan data real-time, sehingga tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mengurangi pemborosan pupuk yang sering terjadi.”

Ia juga menambahkan, “Dengan mengadopsi teknologi digital seperti ini, petani diharapkan dapat lebih siap menghadapi tantangan baru di sektor pertanian, termasuk perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan akan hasil tani berkualitas tinggi.”

Teknologi seperti Jinawi memberikan solusi yang relevan untuk berbagai tantangan di sektor pertanian, terutama dalam mengelola sumber daya alam dengan lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim. Dengan digital farming, petani tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperoleh daya saing lebih besar di tengah pasar yang semakin ketat. Melalui kerja sama dengan Bank Indonesia, MSMB berharap teknologi digital yang diperkenalkan dapat mengakselerasi transformasi sektor pertanian di Indonesia menuju pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Postingan Lainnya

ph nutrisi hidroponik optimal
Jangan Sampai Salah! Ini pH Ideal Berbagai Tanaman untuk Budidaya Hidroponik
Petani Sukoharjo terapkan Smart Farming
MSMB-BI
MSMB Hadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022