Ini Irigasi yang Mudah dan Hemat Air!


Irigasi merupakan hal utama yang harus dipenuhi dalam kegiatan budidaya tanaman. Tanpa air, tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah. Begitu pula jika pengairan yang dilakukan terlalu banyak. Hal ini justru dapat mengundang sejumlah hama dan penyakit. Lalu, irigasi seperti apa yang tepat?

 

Gunakan Teknologi Irigasi Tetes untuk Pengairan Efektif

Irigasi tetes merupakan salah satu jenis irigasi yang masih baru untuk petani Indonesia. Teknologi ini sudah banyak dikenal dan diterapkan di berbagai negara seperti Amerika, Afrika, Eropa dan Israel.

 

Di berbagai negara, penerapan irigasi tetes dapat meningkatkan produksi pertanian, salah satunya di Ethiopia. Ethiopia yang dulu dikenal sebagai negara paling kelaparan di dunia, saat ini mampu berdikari dalam memenuhi kebutuhan pangan negaranya.

 

Irigasi Tetes untuk Menghemat Tenaga Penyiraman di Lahan yang Luas

Untuk petani yang memiliki lahan yang luas, penggunaan irigasi tetes adalah pilihan yang tepat. Irigasi tetes sangat praktis dan hemat tenaga karena petani hanya perlu membuka kran dan air akan mengalir ke seluruh lahan secara otomatis.

 

Selain hemat tenaga, petani juga dapat menghemat waktu karena penyiraman terjadi secara serentak. Petani bisa melakukan kegiatan lain untuk menambah pendapatannya. Sebaliknya, jika penyiraman dilakukan secara manual, penyiraman pada lahan luas tentu akan membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

Irigasi Tetes Tidak Harus Menggunakan Instalasi Mahal

Banyak petani enggan menggunakan teknologi ini karena pengadaan instalasi yang mahal. Padahal, irigasi tetes juga dapat diaplikasikan dengan alat yang sederhana. Anda hanya memerlukan jerigen, kran, selang/pipa, dan kawat.

 

Jerigen berfungsi sebagai wadah penyimpanan air. Selain jerigen, Anda juga dapat menggunakan tong atau wadah penyimpan air lainnya. Pada bagian bawah jerigen dibuat saluran air dengan kran dan dihubungkan pada selang.

 

Irigasi Tetes, Solusi saat Krisis Air

Penyiraman menggunakan irigasi tetes dapat disesuai dengan kebutuhan tanaman. Air akan mengalir secara lambat ke daerah perakaran tanaman. Banyaknya air yang mengalir dapat diukur berdasarkan waktu pengaliran yang dilakukan. Misalnya, untuk tanaman cabai yang membutuhkan air sebanyak 500 ml setiap hari, Anda hanya perlu membuka kran selama 5-7 menit untuk pengairan.

 

Referensi :

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/81868/SISTEM-IRIGASI-TETES-SEDERHANA/