Hijaukan Kotamu dengan Urban Farming


Maraknya pembangunan gedung dan perumahan membuat lahan pertanian semakin sempit. Apalagi, tidak semua lahan pertanian yang tersisa termasuk dalam lahan yang subur. Sementara jumlah penduduk yang semakin banyak, mustahil bila pemenuhan kebutuhan pangan dapat tercapai dengan baik.

 

Solusi tepat untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan melakukan urban farming. Urban farming merupakan kegiatan bercocok tanam yang dilakukan di daerah perkotaan.

 

Manfaatkan Ruang Kosong

Di negara-negara maju, urban farming sudah banyak dilakukan. Banyak ruang kosong yang disulap menjadi lahan pertanian. Aplikasi ini dilakukan di atap gedung, basement, bahkan hingga ruangan dalam gedung!

 

Urban farming ini dapat dilakukan dengan bebagai cara. Salah satunya dengan menanam dalam pot. Selain praktis dan tidak membutuhkan ruang yang luas, penggunaan pot juga dapat mengurangi risiko gagal panen karena jarang sekali ditemukan serangan hama dan penyakit.

 

Menamam Tanaman ke Atas

Penerapan urban farming lainnya adalah penanaman secara vertikultur. Seperti namanya, vertikultur merupakan kegiatan bercocok tanam yang dilakukan secara vertikal atau menumpuk ke atas. Penumpukan dapat memanfaatkan penopang seperti rak susun, rak gantung, pipa, atau botol air minum bekas.

 

Dalam sistem vertikultur, tempat penanaman yang digunakan memiliki luas yang terbatas. Hal ini membuat pupuk yang diaplikasikan menjadi efisien karena tidak akan terbawa oleh air. Selain itu, luasan yang terbatas ini juga memungkinkan untuk mencegah tumbuhnya gulma di sekitar tanaman.

 

Vertikultur juga menguntungkan bagi lingkungan. Lingkungan perkotaan dapat menjadi lebih hijau dan sejuk.

 

Bertani Tanpa Tanah

Kegiatan pertanian memang identik dengan tanah. Padahal, media tanam bisa digantikan dengan media lain seperti air (hidroponik), udara (aeroponik), serabut kelapa dan alternatif lainnya.

 

Penanaman tanpa tanah membuat penanaman menjadi lebih bersih dan terkontrol. Pengairan dan pemupukan dapat dilakukan secara bersamaan. Sehingga, selain lebih mudah terkontrol, Anda juga dapat menghemat air dan pupuk. Jika penanaman dilakukan dengan baik, produksi tanaman dapat memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas.