Ampuh, Basmi Hama di Lahan Anda dengan Tanaman Kenikir


 

Kenikir yang dikenal sebagai lalapan ternyata bermanfaat bagi tubuh. Konsumsi kenikir dapat menambah nafsu makan dan memperkuat lambung. Tapi pernahkah Anda berpikir bahwa kenikir dapat dijadikan sebagai pembasmi hama?

 

Usir Serangga dengan Menanam Kenikir di Lahan

Tanaman kenikir dapat ditanam di lahan pertanian sebagai tanaman bunga refugia. Bunga kenikir yang berwarna kuning dapat menarik serangga untuk datang. Dengan demikian serangga tidak akan mendekat ke lahan pertanaman.

 

Serangga yang hinggap di tanaman kenikir akan meletakkan telurnya. Telur yang sudah menetas menjadi ulat dan akan memakan daun kenikir. Daun kenikir mengandung senyawa yang dapat membuat ulat mati keracunan. Kandungan senyawa inilah yang dimanfaatkan untuk membasmi hama dengan mengurangi siklus hidup serangga selanjutnya. Akibatnya, serangga yang menyerang tanaman di lahan anda akan sangat berkurang.

 

Kandungan Tanaman Kenikir Beracun untuk Serangga

Hampir semua bagian kenikir mengandung senyawa kimia yang mematikan bagi ulat dan serangga. Senyawa pembasmi hama yang terkandung pada tanaman kenikir meliputi minyak atsiri, saponin dan tanin.

 

Senyawa kimia dalam kenikir bekerja sangat efektif. Saponin bekerja dengan merusak sel dan mengganggu pertumbuhan serangga. Tanin bekerja dengan mengganggu proses penyerapan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan serangga. Gangguan terjadi karena tanin mengikat protein dalam sistem pencernaan sehingga tidak dapat digunakan dengan baik.

.

Aplikasi Kenikir Sebagai Pestisida Nabati

Adanya kandungan senyawa racun membuat kenikir dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Meskipun meracuni serangga, ekstrak kenikir tidak akan mencemari lingkungan dan aman untuk tanaman. Begitu pula jika dikonsumsi manusia.

 

Penggunaan kenikir sebagai pestisida sangat mudah dilakukan. Pestisida kenikir dapat dibuat dengan menumbuk atau memblender daun sebanyak 450 gram. Selanjutnya, rendam daun yang sudah halus di dalam 1 liter air selama 24 jam. Saring larutan tersebut sebelum digunakan. Larutan ini dapat dicampur dengan 14 liter air ketika akan diaplikasikan. Penyemprotan dilakukan 2 kali dalam seminggu.

 

Sumber :

cybex.pertanian.go.id