Virus Gemini pada Tanaman Cabai  dan Cara Pencegahannya

|
|
virus gemini- smart farming

Virus Gemini tidak mematikan, tapi dapat menyebabkan penurunan hasil tanaman. Pernahkah kamu mengalami tanaman cabaimu kerdil dan tidak berbuah? Kondisi itulah yang disebabkan oleh virus gemini. 

Mengenal Virus Gemini

Sebelum membahas cara mengatasi virus gemini, baiknya kita mengenali virus gemini terlebih dulu. Apa itu virus gemini, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara penularannya.

 

Virus Gemini atau Geminiviridae merupakan keluarga virus yang memiliki genom DNA sirkular beruntai tunggal. Berdasarkan struktur genom, serangga penyebar vector, dan  jenis tanaman inangnya, virus gemini dibagi menjadi empat genus.

 

Keempat genus itu: Mastrevirus, Curtovirus, Topocuvirus, dan Begomovirus. Genus Mastrevirus dan Curtovirus ditularkan melalui berbagai spesies wereng daun. Genus topocuvirus ditularkan oleh wereng pohon. Dan Begomovirus ditularkan oleh spesies kutu kebul (Bemisia Tabaci). 

 

Jenis virus gemini yang paling banyak menyebar di Indonesia yaitu jenis Begomovirus yang ditularkan oleh serangga vektor (kutu kebul). Penyakit akibat virus ini umumnya menyerang tanaman cabai rawit, cabai besar, paprika, dan tomat. Selain melalui kutu kebul, virus gemini juga dapat ditularkan melalui proses penyambungan tanaman. 

Proses Penularan Virus

kutu kebul - smart farming

Kutu kebul termasuk serangga penusuk penghisap. Karakteristiknya berwarna putih, berukuran kecil (1-1,5 mm) dan memiliki sayap yang ditutupi lapisan lilin bertepung. 

Serangga ini biasanya ditemukan di bagian bawah daun dan memiliki siklus hidup sekitar 21 hari. Populasi kutu kebul akan lebih banyak di musim kemarau karena kutu kebul umumnya menyukai cuaca panas. 

 

Keterkaitan kutu kebul dan virus gemini ini bersifat persisten (tetap). Kutu kebul memperoleh virus ketika dia memakan tanaman yang telah terinfeksi. 

Virus tersebut masuk ke dalam saluran pencernaan, menembus dinding usus, bersirkulasi dalam cairan tubuh kutu kebul dan selanjutnya menjadi saliva. Daya tahan virus dalam tubuh serangga ini dapat berlangsung lama, bahkan bisa diturunkan pada generasi selanjutnya melalui telur.

Virus berpindah ke tanaman yang sehat ketika kutu kebul memakan tanaman tersebut. Ketika virus masuk ke dalam tanaman, virus gemini akan mereplika dirinya sehingga jumlah virus cukup banyak untuk dapat menguasai tubuh tanaman. 

Gejala Virus Gemini pada Tanaman Cabai

Masa inkubasi virus dalam tanaman hingga memunculkan gejala hanya memakan waktu 15-29 hari. Pada tanaman cabai, gejala virus gemini dapat berupa penebalan tulang daun, tepi daun mengerut, dan daun berwarna kuning.  

Pada kondisi yang lebih parah, daun-daun mengecil berwarna kuning terang, tanaman kerdil, dan produksi buah menurun/ tidak berbuah. Akan tetapi, gejala ini bisa saja berbeda tergantung varietas cabai, ketinggian tempat dan kondisi lingkungan. 

Menguningnya daun pada gejala virus gemini dikarenakan pembentukan klorofil terhambat. Menurunnya kandungan klorofil juga berpengaruh pada menurunnya jumlah fotosintat yang dibutuhkan tanaman untuk bertumbuh. 

Akibatnya, bentuk daun menjadi tidak normal atau mengerut. Selain itu, produksi buah yang menurun setelah serangan virus gemini disebabkan karena laju asimilasi bersih pada tanaman yang terinfeksi virus lebih rendah daripada jumlah asimilasi bersih pada tanaman sehat. 

Laju asimilasi sendiri merupakan ukuran rata-rata efisiensi fotosintesis daun dalam satu tanaman. 

Cara Pencegahan

Upaya pencegahan virus gemini dapat dilakukan mulai dari proses penyemaian menggunakan cara berikut:

  • Menggunakan benih cabai yang sehat 
  • Menanam varietas yang tahan virus
  • Merendam benih dengan larutan PGPR (Plant Growth Promotion Rhizobacter) atau Pf/Pseudomonaas Fluorescens dengan dosis 20 ml/liter air selama 6-12 jam
  • Menutup persemaian dengan kasa/ kelambu halus yang tembus sinar matahari. 

Sedangkan untuk pencegahan virus gemini bagi tanaman di lahan, dapat menggunakan cara berikut:

  • Tanam jagung di pinggiran lahan, 3-4 minggu sebelum tanam cabai. Berlakukan jarak tanam 15-20 cm. Atau kamu juga bisa menanam tanaman pagar lainnya.
  • Gunakan mulsa plastik untuk mengurangi penyusupan serangga
  • Siram PGPR 20 cc/liter air pada tanaman berumur 1 MST, lanjut pada 20 HST dan 40 HST
  • Berikan pupuk kompos minimal 20 ton/ha
  • Lakukan sanitasi lingkungan
  • Rotasi tanaman dengan tanaman selain cabai dan bukan inang virus
  • Cabut dan musnahkan tanaman yang terkena virus agar tidak memperpanjang penularan.
smart farming - RiTx Bertani

Itu dia ulasan tentang virus gemini dan cara pencegahannya pada tanaman cabai. Kamu bisa jadi petani pintar dengan membaca artikel pertanian melalui aplikasi RiTx Bertani. Download aplikasi RiTx Bertani sekarang!

Postingan Lainnya

UIN Bandung Pelajari Teknologi Smart Farming di MSMB
MSMB bersama Menko Perekonomian dan Menteri Perindustrian
Teknologi Pertanian MSMB Hadir dalam Peluncuran PIDI 4.0
Industri-kelapa-sawit
Wajib Tahu! 3 Fakta Menarik Industri Kelapa Sawit di Indonesia